Cara Mengatasi Amarah Diri Sendiri

marah diri sendiri

Ada perasaan yang menjadi titik penyumbatan emosional. Marah pada diri sendiri secara tepat waktu dapat menjadi positif dengan membiarkan anda merenungkan tindakan anda dan konsekuensinya. Namun, ketika kemarahan menjadi kronis, itu menghasilkan penderitaan emosional yang luar biasa.

Ketika seseorang hidup merasa marah pada dirinya sendiri, dia mengalami perjuangan batin yang konstan. Kebahagiaan sejati muncul dari persahabatan dengan dirinya sendiri, tetapi anda tidak pernah bisa bahagia dari permusuhan. Bagaimana cara berdamai dengan diri sendiri?

Membebaskan diri dari rasa bersalah

Pengampunan adalah latihan dalam cinta diri yang membantu melepaskan beban rasa bersalah. Dalam situasi seperti ini, anda itu mungkin bertanya “Apa gunanya marah pada diri saya sendiri?”

Jawaban atas pertanyaan ini memungkinkan anda untuk menyadari ketidakbergunaan penderitaan yang mendorong anda untuk melihat ke belakang, bukan ke depan.

Menerima diri anda

Mempraktekkan nilai penerimaan diri menunjukkan cinta tak bersyarat terhadap diri sendiri dengan asumsi kebaikan dan keburukan. Tidak merasa puas dengan suatu tindakan adalah tanda kecerdasan emosional karena sangat penting untuk melakukan otokritik. Namun, menghukum diri sendiri tidak membantu anda dewasa. Cinta terasa lebih sehat karena anda belajar lebih banyak dari kesalahan anda sendiri ketika anda mencintai diri sendiri dan juga menghargai kesuksesan.

Konflik dan perbedaan tidak hanya dapat terjadi dalam konteks hubungan cinta, persahabatan, dan keluarga. Perjuangan paling keras diasumsikan oleh setiap manusia dengan dirinya sendiri, seperti yang ditunjukkan oleh contoh pertobatan dan penyesalan hati nurani.

Belajar untuk memaafkan diri sendiri

Hidup sangat panjang dan, seiring berjalannya waktu, seseorang mungkin telah membuat kesalahan yang disesalinya. Ada orang yang mengatakan bahwa mereka tidak menyesali apapun, karena itu adalah bagian dari hidup mereka. Pada kenyataannya, pembelajaran hidup yang memadai adalah membuat kritik-diri dan refleksi dari jalan yang diambil dengan tujuan mengasumsikan keberhasilan tetapi juga kegagalan.

Mengakui kesalahan akan menyiratkan asumsi bahwa anda tidak sempurna. Pada saat tertentu, anda mengambil jalan yang salah. Tetapi apa yang seharusnya tidak dilakukan adalah menghukum diri anda selamanya. Hanya ketika anda memaafkan diri sendiri, anda akan merasa bebas.

Teruslah berjalan menuju hari esok untuk menjalani pengalaman baru dan menikmati momen indah. Tetapi jangan terjebak pada titik di masa lalu yang mungkin telah menjadi obsesi bagi anda.

loading...


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *