Penyebab Seseorang Selalu Bersikap Defensif

sikap defensif

Setiap orang di beberapa waktu dalam hidup mereka merespon dengan sikap defensif dalam situasi tertentu. Penderitaan dimulai ketika sebuah ketegangan berjalan berulang kali. Dalam posisi pertahanan seperti ini, anda memiliki visi dimana anda harus melindungi diri anda dari orang lain.

Hidup dalam perspektif seperti ini tidak akan nyaman karena dialog tidak akan mengalir ketika anda menganalisa realitas. Ketika anda berada pada titik ini, anda terbiasa mengamati kemungkinan tentang niat orang lain. Mengapa saya selalu bersikap defensif? Alinea berikut akan membeberkan penyebab mengembangkan sikap ini.

Alasan mengapa seseorang bersikap defensif

1. Anda melewati pengalaman buruk dan anda merasa terluka. Suasana hati anda memanifestasikan dirinya dalam reaksi anda sendiri terhadap orang lain. Kemarahan tercampur dengan frustrasi adalah manifestasi rasa sakit. Seseorang dapat menjadi defensif ketika dia merasa diperlakukan tidak adil pada waktu tertentu.

2. Dalam kehidupan pribadi atau di bidang profesional, anda telah menjalani periode dimana seseorang telah mengamati tindakan anda dengan kaca pembesar. Orang itu juga telah mengoreksi anda secara berulang. Dalam konteks ini, reaksi ini menjadi mekanisme pertahanan terhadap agen eksternal yang menghakimi anda.

3. Anda merasa bahwa orang lain itu benar dengan niat baik. Namun, untuk beberapa alasan, anda menolak untuk mengamati realitas pernyataan itu dan anda menempatkan diri pada pertahanan karena anda punya persepsi sendiri.

4. Anda merasa bahwa orang lain tidak memahami anda. Selain itu, anda juga mengidealkan kehidupan orang lain. Anda sangat menyadari kesulitan anda sendiri tetapi anda lupa bahwa setiap orang hidup dengan batas mereka sendiri. Oleh sebab peran ketidaksetaraan ini, anda menempatkan diri anda dalam pertahanan.

5. Semua yang anda inginkan adalah memiliki ruang sendiri dan tidak menerima lebih banyak informasi eksternal karena pikiran anda dipenuhi dengan saran-saran yang tidak anda minta.

loading...

Ciri-ciri sikap defensif

Untuk mengetahui seseorang dengan sikap defensif, ada tanda tertentu yang anda dapat kenali. Terkadang, seseorang perlu bercermin untuk mengetahui tentang dirinya. Jika anda termasuk dalam ciri berikut, maka berarti anda juga mengembangkan sikap defensif.

1.  Anda meninggikan diri sendiri dengan mudah ketika seseorang mengajukan pertanyaan tentang kehidupan anda secara tidak terduga. Selain itu, anda akan memberikan beberapa penilaian yang mempengaruhi anda. Pada saat itu, anda merasa bahwa ketegangan lahir dalam diri anda. Bahkan sebelum ketegangan yang intens ini, anda bahkan tidak berkonsentrasi untuk mendengarkan dengan tegas kepada yang lain. Pada kenyataannya, anda menempatkan diri pada posisi defensif ketika apa yang mempengaruhi anda adalah penafsiran anda sendiri tentang apa yang orang lain ingin ungkapkan.

2. Anda merasa bahwa anda harus membenarkan diri dalam situasi-situasi dimana anda telah bereaksi secara defensif. Anda menyadari bahwa reaksi internal anda tidak proporsional. Namun, anda mencoba memaafkan diri sendiri untuk itu. Ini berati bahwa anda sampai pada kesimpulan untuk memiliki alasan bereaksi karena anda telah mengamati niat negatif pada orang lain.

3. Anda bersikap seolah-olah anda memiliki pelindung berlapis baja. Ini menandai penghalang dalam hubungan anda dengan orang lain dan sulit bagi anda untuk menunjukkan sisi anda yang paling afektif dan rentan. Anda lebih suka menandai jarak dan tidak membiarkan orang lain melampauinya.

4. Anda terlalu banyak berpikir tentang kehilangan banyak waktu di sekitar situasi yang tidak memiliki latar belakang yang berpengaruh besar. Anda menyadari bahwa anda terlalu khawatir tentang citra yang orang lain katakan tentang anda. Anda sebaiknya tidak menghabiskan begitu banyak energi untuk membela diri ketika anda tidak perlu melakukannya.

Seseorang yang menjadi defensif bereaksi dengan sedikit penerimaan terhadap kritik yang membangun. Orang itu akan akan menjadi tersinggung dalam situasi ini. Kemarahan adalah komponen yang menjadi kebiasaan dari suasana hati anda.

Mengatasi sikap defensif

Dari yang tertulis di atas, sekarang anda tahu mengapa anda selalu bersikap defensif. Berikut ini adalah beberapa kiat untuk menghindari situasi ini:

1. Perbaiki rasa tidak aman anda sendiri. Penyebab ketidaknyamanan ini bukan eksternal, melainkan internal. Jika anda benar-benar yakin pada diri sendiri, anda tidak akan begitu mementingkan pendapat orang lain. Anda akan menggunakan argumen lain untuk menyatakan penilaian anda dalam situasi ini.

2. Tarik napas dalam-dalam, hitung sampai lima dan coba amati situasinya untuk merespon percakapan dengan perspektif yang lebih besar. Setelah anda bertindak di bawah dorongan emosi, anda menyesal telah melakukannya dan tidak merasa nyaman. Oleh karena itu, amati bagaimana fakta tentang defensif menghasilkan konsekuensi yang mempengaruhi anda secara negatif.

3. Bertindaklah dengan kedewasaan dan berhenti untuk menyalahkan orang lain. Jangan menghindari tanggung jawab ketika anda mencari alasan melalui permainan psikologis. Sebagai contoh, seseorang menawarkan kemungkinan solusi atau alternatif pada masalah anda, anda akan menanggapi dengan pesan dengan mengatakan ‘Ya’ tapi anda tidak akan melakukan apapun selain membuat alasan.

4. Anda tidak perlu membela diri secara konstan. Secara sederhana, hadapi hubungan dan pecahkan konflik dari perspektif tertentu. Ingatlah bahwa tidak ada satu cara untuk menafsirkan realitas. Anda juga tidak perlu menunjukkan bahwa anda selalu benar.

Orang-orang yang berada dalam situasi ini menjalani hidup mereka dalam perjuangan yang tiada henti, meski ini akan melelahkan. Orang-orang mengekspresikan diri mereka dengan niat baik, terkadang mereka memang dapat melukai sensibilitas anda. Ketika anda bersikap defensif, anda menutup pintu bagi mereka.

loading...


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *