Gangguan Obsesif Kompulsif: Gejala & penyebab

ocd

Gangguan obsesif kompulsif mengubah kualitas hidup seseorang. Seseorang dengan gangguan ini mengalami obsesi sehubungan dengan topik tertentu. Selain itu, gangguan ini juga disertai dengan kecemasan yang mengarah pada perilaku kompulsif.

Penyakit ini dikondisikan oleh pikiran berulang yang menggores seseorang dan menyebabkan luka hati. Alinea berikut adalah pembahasan tentang masalah ini meliputi penyebab dan gejala.

Penyebab gangguan obsesif kompulsif

Meskipun penyebab pasti gangguan obsesif kompulsif tidak diketahui, para ahli telah menunjukkan bahwa ada faktor-faktor tertentu yang dapat mempengaruhi kondisi ini:

  • Riwayat keluarga penderita yang menderita OCD atau penyakit mental.
  • Stres berkepanjangan dan pada tingkat akut juga mempengaruhi ketahanan pribadi dan kemampuan untuk menanggapi situasi tertentu.
  • Kematian orang yang dekat atau perceraian yang traumatis.

Gejala gangguan obsesif kompulsif

Kepribadian seseorang yang menderita gangguan obsesif kompulsif dapat dibedakan berdasarkan faktor-faktor seperti berikut:

1. Obsesi untuk suatu topik. Sebagai contoh, seseorang akan melakukan pemeriksaan konstan untuk memastikan bahwa mereka telah mematikan lampu. Orang itu akan melakukan pemeriksaan berulang. Ini menunjukkan bagaimana keraguan menjadi salah satu tanda yang mencirikannya.

2. Dalam beberapa kasus, seseorang dengan gangguan ini akan menunjukkan perilaku mencuci tangan secara kompulsif karena dia menderita gagasan terkontaminasi dengan menyentuh suatu objek.

3. Gangguan jenis ini juga dapat memanifestasikan dirinya melalui kecemasan yang dihasilkan oleh perfeksionisme. Sebagai contoh, konflik dalam situasi semacam menyebabkan seseorang ingin membersihkan rumah hinga sebersih-bersihnya.

4. Fobia ata rasa takut dapat menjadi ciri dari gangguan obsesif kompulsif. Seseorang bertindak secara otomatis dengan cara tertentu untuk melindungi diri dari pikiran yang terkait dengan gangguan tersebut.

5. Pemikiran dramatis tentang realitas. Sebagai contoh, seseorang akan membesar-besarkan konsekuensi yang dapat terjadi jika rasa takut menjadi kenyataan. Ini adalah salah satu alasan mengapa sindrom ini juga mencerminkan toleransi rendah terhadap ketidakpastian yang dirasakan orang yang menderita.

6. Adanya tindakan yang tidak menunjukkan respon logis sebagai sebab dan akibat sebelum stimulus eksternal.

Konsekuensi gangguan obsesif kompulsif

Gangguan ini bisa menunjukkan situasi yang berbeda. Seseorang mungkin mengalami periode gejala yang lebih akut daripada yang lain. Pada intinya, ini adalah gangguan yang menghasilkan penderitaan karena penderita gagal untuk menenangkan penyebab rasa sakit. Kecemasan muncul kembali setiap saat, kemudian ketidakpastian dan ketidaknyamanan dimulai.

Gangguan ini menghasilkan efek perilaku yang aneh dan sangat mempengaruhi rutinitas sehari-hari sehingga dapat mempengaruhi berbagai bidang kehidupan. Hal yang sering terjadi, gangguan ini menghasilkan isolasi sosial karena seseorang menjadi tertutup dan berada dalam zona yang sangat terbatas.

Gangguan obsesif kompulsif dapat diobati. Oleh karena itu, penderita dapat mengalami peningkatan yang signifikan dalam kualitas hidup mereka. Kadang-kadang, perawatan ini mengintegrasikan kombinasi terapi psikologis dan perawatan farmakologis. Perawatan menghasilkan hasil yang lebih baik pada seseorang yang mengikuti semua saran spesialis.

loading...

1 Star2 Star3 Star4 Star5 Star (No Ratings Yet)
Loading...

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *